Senin, 15 Juni 2020

6 Efek Buruk Jika Pare Dikonsumsi Berlebihan

6 Efek Buruk Jika Pare Dikonsumsi Berlebihan
Pare adalah salah satu sayuran yang kerap dijumpai pada beberapa olahan makanan, sayur ini memiliki cita rasa yang cenderung pahit. Meski begitu pare menjadi favorit sebagian banyak orang, dan juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Ragam mineral, vitamin, serta antioksidan yang terkandung dalam sayur pare mampu membuatnya menjadi salah satu makanan yang sehat. Akan tetapi, disarankan untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsinya, karena hal tersebut justru menimbulkan efek samping serta interaksi yang tak baik bagi kesehatan tubuh.

Dapat dikatakan berlebihan, saat Anda mengonsumsi 3 pare atau lebih secara rutin dalam satu hari. Konsumsi pare juga perlu menjadi perhatian saat Anda tengah menjalani pengobatan atau mempunyai gangguan kesehatan tertentu, sangat disarankan bagi Anda untuk berkonsultasi kepada dokter terkait dengan pengobatan yang sedang dijalani. Berikut adalah 6 dampak buruk mengonsumsi pare secara berlebih yang sudah dirangkum dari berbagai sumber.

Bikin Keracunan

Dampak buruk mengonsumsi pare secara berlebihan akan dapat membuat Anda keracunan. Biasanya gejala keracunan yang dirasakan adalah merasa sakit di bagian kepala, diare, sakit perut, mual hingga muntah, kondisi ini seringkali didapati pada anak-anak.

Muntah dan diare dapat terjadi pada Anda lantaran mengacu pada toksisitasnya, kandungan senyawa triterpenoid tetrasiklik yang dikenal sebagai cucurbitancins jika dikonsumsi berlebihan berpotensi meracuni tubuh. Dalam mengonsumsi pare juga perlu diperhatikan agar menghindari biji pare, karena dapat menyebabkan demam, sakit perut, sakit kepala hingga koma.

Tidak Baik untuk Kehamilan

Bagi wanita dalam kondisi hamil, sangat penting untuk menghindari pare karena dapat menyebabkan terjadinya menstruasi hingga keguguran. Emmenagogue yang ada di dalam pare memicu peningkatan aliran menstruasi. Mengonsumsi pare juga dapat menyebabkan kontraksi pada ibu hamil. Selain itu, kandungan efek abortifacient mampu memicu keguguran jika dikonsumsi secara berlebihan.

Sebabkan Irama Jantung Tak Teratur

Mengonsumsi pare secara berlebihan juga kerap dikaitkan dengan irama jantung yang menjadi tak teratur, hal itu dapat terjadi karena sinyal listrik yang mengoordinasikan detak jantung tidak bekerja dengan benar. Kondisi ini mampu mengakibatkan jantung terasa berdebar kencang, akibatnya akan memicu penggabungan atau penggumpalan darah di salah satu sisi jantung.

Hal tersebutlah yang juga menjadi salah satu pemicu seseorang terserang penyakit stroke atau penyakit jantung lain. Seperti dikutip dari Liputan6.com via Live Strong, Pusat Kanker Memorial Sloan Kettering mencatat bahwa studi kasus menunjukkan potensi efek samping yang lebih serius terkait konsumsi pare berlebih, misal pria berusia 22 tahun yang makan pare dan minum jus pare tiga kali sehari selama dua hari mengakibatkan detak jantung yang tidak teratur.

Interaksi Obat

Bagi Anda yang sedang mengonsumsi obat penurun gula darah, disarankan untuk menghindari pare. Karena pare dapat berinteraksi dengan obat-obatan diabetes, insulin, phenformin, chlorpropamine dan glyburide sehingga mampu mengakibatkan hipoglikemia yang berat.

Pare juga dapat berinteraksi dengan beberapa obat kemoterapi serta paclitaxel dan vinblastine. Untuk Anda yang sedang menjalani pengobatan, sebaiknya sebelum mengonsumsi pare berkonsultasilah dengan dokter.

Mempengaruhi Hati

Konsumsi pare secara berlebihan juga mampu mengakibatkan peradangan pada hati Anda, hal tersebut lantaran pare memiliki kandungan senyawa monorcharin. Akan lebih aman jika Anda selalu melakukan pengecekan enzim hati secara rutin jika ingin mengonsumsi pare. Bagi Anda yang memiliki gangguan kesehatan seperti penyakit hati, sirosis atau riwayat hepatitis serta HIV / AIDS sangat disarankan untuk menghindari pare.

Favisme

Dampak buruk selanjutnya yang akan didapatkan jika mengonsumsi pare secara berlebihan adalah favisme. Favisme sendiri adalah reaksi alergi yang berpotensi fatal mampu menyebabkan sakit perut atau punggung, urin gelap, penyakit kuning, muntah, mual, kejang bahkan koma.

Konsumsi pare bisa memicu alergi yang memperparah kondisi kekurangan glukosa-6-fosfat dehidrogenase, atau G-6-PD. Glukosa-6-fosfat dehidrogenase adalah enzim yang dibutuhkan oleh sel darah merah guna membuat bentuknya bertahan.

Itu tadi merupakan dampak buruk yang akan didapatkan Anda jika terlalu sering mengonsumsi pare secara berlebihan. Semoga informasi ini dapat membantu Anda agar tetap memperhatikan jumlah konsumsinya sehingga terhindar dari dampak buruk yang menyerang kesehatan tubuh.