Kamis, 25 Juni 2020

Vidio Kini Bertransformasi Dan Tawarkan Berbagai Macam Inovasi

Vidio kini telah bertransformasi menjadi salah satu platform Over-the-Top (OTT) di Indonesia, bukan lagi platform berbasis User-Generated Content (UGC). Karenanya, Vidio kini fokus menawarkan beragam konten berkualitas. Lantas apa yang membedakan Vidio dari layanan lain serupa yang ada di Indonesia? Menurut Vice President Brand Marketing Vidio Rezki Yanuar, Vidio sebenarnya menawarkan sejumlah layanan yang berbeda dari penyedia lain.
Vidio Kini Bertransformasi Dan Tawarkan Berbagai Macam Inovasi
Yang pertama, kami part dari EMTEK Group, sehingga kami memiliki library konten seperti atau film dari TV yang lengkap. Dua konten itu juga memiliki market paling besar di Indonesia, tutur Rezki saat acara Inspirato yang digelar.

Selain itu, menurut Rezki, Vidio menawarkan siaran live streaming di platformnya. Jadi, platform ini dapat digunakan untuk berkolaborasi menggelar beragam siaran acara langsung, seperti esports, konser musik, hingga festival. Kami juga menyiarkan live streaming dari luar negeri, salah satunya adalah olahraga, seperti NBA atau liga sepakbola Eropa. Jadi, Vidio merupakan tempat berkumpulnya konten dalam satu payung, ujar Rezki lebih lanjut.

Terakhir, Vidio juga terus memperbarui konten VOD di platformnya secara rutin, mulai dari bulanan dan mingguan. Rezki juga menuturkan Vidio menawarkan konten orisinal yang dapat dinikmati oleh penggunanya. Selain menawarkan konten yang beragam, Vidio juga terus meningkatkan layanan dari sisi teknis. Salah satunya dilakukan dengan menghadirkan konten yang memiliki resolusi 1080 piksel dan tengah dikembangkan untuk mampu menjangkau 4K.

Karena kan memang Vidio sudah tersedia di Smart TV dan beberapa sudah mendukung 4K. Jadi, kami mencoba untuk menghadirkan konten 4K, ujar Rezki. Namun dia belum mengungkap, kapan dukungan itu akan tersedia di Vidio.

Vidio Catatkan 60 Juta Kali Kunjungan Selama Pandemi

Masa pandemi yang membuat sebagian orang lebih banyak beraktivitas di rumah, ternyata turut berpengaruh pada kunjungan ke platform video streaming Vidio. Secara bulanan, data terakhir yang kami punya. Vidio sudah dikunjungi 60 juta kali dalam sebulan. Ini lumayan mengagetkan, tapi di masa pandemi ini memang orang-orang lebih banyak di rumah, tutur Rezki menjelaskan.

Tidak hanya itu, menurut Rezki, pada bulan April 2020, Vidio juga berhasil menjadi aplikasi nomor satu yang paling banyak diunduh di App Store dan Play Store. Selain kunjungan yang meningkat, pola konsumsi konten selama pandemi ini juga disebut berubah.

Perubahan Pola Konsumsi Konten

Rezki menuturkan, sebelum pandemi ini konten yang banyak disaksikan merupakan Video-on-Demand (VOD), seperti tayangan TV atau sinetron. Namun selama pandemi, siaran langsung yang memanfaatkan platform Vidio ternyata melonjak naik. Jadi, di masa pandemi ini kan banyak konten live streaming yang memakai platform Vidio dan itu menghasilkan banyak sekali pengunjung, tuturnya.

Perubahan juga terasa di konsumsi konten asal Korea Selatan yang jauh meningkat selama pandemi ini. Lebih lanjut, Rezki juga mengatakan Vidio akan terus melakukan banyak inovasi untuk para pelanggannya. Salah satu yang akan terus diupayakan adalah event live streaming maupun konten orisinal.

Dengan adanya acara yang digelar secara live streaming, seperti musik atau e-sports, ini membuka perspektif baru bahwa itu bisa dilakukan. Vidio bisa membuka kesempatan baru dan akan selalu mencoba beradaptasi, tutur Rezki.

Sementara untuk konten orisinal, Rezki mengatakan Vidio akan berupaya untuk terus menambah daftarnya. Hanya dengan kondisi pandemi seperti sekarang, pihaknya masih mencari cara untuk tetap dapat melakukan produksi.